Hidup Sebagai Ibu yang Bekerja

Klaten,11 Maret 16 jam 06.22 wib
Dalam sebuah perlanan dinas kantor dari FAO.

Hai para ibu yang hebat.
Kutulis ini sebagai bagian dari persamaan perasaan sebagai ibu yang juga bekerja. Sebenarnya menjadi ibu sembari bekerja itu pilihan masing-masing. Ada yang menjalani nya karena keadaan dan ada juga karena alasan lainnya. Semuanya hebat. Berperan sebagai ibu sembari bekerja bukan hal yang mudah. Ibu pekerja pasti mengamini pendapat saya. Mereka harus bangun lebih pagi dan menyiapakan segala sesuatunya sebelum bekerja. Memastikan kebutuhan anak siap dan mengesampingkan kebutuhan pribadinya. Saya salut bagi ibu-ibu yang berada dalam kondisi tersebut. Apalagi kalo harus meninggalkan anak dalam keadaan sakit untuk bekerja. Dilema….pastinya. Yang pasti seorang ibu akan selalu berdoa dalam langkahnya untuk kesehatan anaknya. Mengingat anaknya disetiap kegiatannya sembari berdoa lagi dan lagi bahwa anaknya selalu diberi kesehatan. Salut untuk semua ibu. Baik yg berperan ganda atau yang lebih beruntung bisa sepenuhnya selalu disamping anak-anaknya. Apapun itu….salut untuk para ibu.

Bahagia itu Sederhana

Hai 2016….bersahabatlah denganku.

Makin hari aku makin paham dengan kalimat bahagia itu sederhana. Sekedar bisa kumpul keluarga dan tertawa bersama itu bahagia. Sekedar bisa menyenangkan anak dan bermain bersama itu bahagia. Sekedar bisa melepas canda dan bercerita dengan suami itu bahagia. Sekedar bisa mendengar kabar orang tua sehat dan gembira itu pun sudah membuat bahagia. Kalau boleh kusimpulkan lebih ke syukur atas segala kondisi. Menerima dengan ikhlas dan tanpa beban. Ya…makin hari makin paham dengan kondisi ini. Berbahagialah bagi kalian yang punya kondisi tersebut karena itu berarti Allah Swt merahmati hidup kalian dengan berkah dari Nya. Jangan lupa bersyukur karena dati syukur itulah hidup akan terasa lebih bahagia.

Mau Kemana yaaa 2015

Hoblaaa…sudah minggu ke 3 bulan Feb dan saya beluuum kemana2 hihihi. Antara gatel pengen pergi tapi belum ada kesempatan :d. Tahun ini sudah dimulai dan akan selalu disibukkan oleh pernikahan di keluarga. Dibuka dengan pernikahan adek ipar akhir Jan kemaren. Menyusul April adek kandung si bontot. Trus saudara sepupu. Trus sepupu lagi…. Rame kawinan. Jadi rute pergi2 sudah pasti sepanjang solo-jkt. Tempat lain?

Berhubung saya skrng di NVS,maka dipastikan Riau dan Sumbar akan jadi tujuan tetap. Semogaaa ada rejeki lagi ke Bali. آمِّينَ يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ.