Jika kita hidup hari ini ibaratkan sebuah buku, maka buku tersebut hanya berisikan tiga lembar. Hari kemarin, hari ini dan hari esok

Kamu tau bahwa aku yang selalu beridealisme terlalu besar untuk memulai sesuatu yang diinginkan. Aku selalu berpikir yang muluk-muluk dan bicaraku pun terkadang sulit dipahami, akibatnya aku selalu menunda-nunda waktu untuk memulai. Kesempatan-kesempatan kecil untuk memulai sesuatu kulewati begitu saja, tanpa pernah kupikir bahwa mungkin di dalamnya aku memperoleh sesuatu yang berharga.

Memulai sesuatu memang bukanlah hal yang mudah. Termasuk memulai sebuah pekerjaan baru yang mudah-mudahan ada di depan mataku. Amin.
Apalagi jika kupernah menjalani pekerjaan lain sebelumnya. Memulai dari nol merupakan sebuah langkah yang sangat berat. Walau pepatah bilang bahwa orang yang sukses itu adalah orang yang selalu mampu bangkit ketika terjatuh, namun dalam implementasi hal itu sangat sulit dan komplek.
Jika aku yang sudah berpengalaman dan memiliki tekad dan keyakinan baja untuk terus maju maka hal itu bisa aku buat sebagai momentum untuk melakukan sesuatu atau merubah sesuatu.

Memulai sesuatu sama dengan melakukan sesuatu yang baru atau melakukan perubahan ,ternyata berubah itu tidak mudah. Benar kata orang, perubahan itu sesuatu yang cenderung akan dihindari oleh kita, apalagi jika sebelumnya dalam statusku cenderung untuk menjadi enak dan tidak disusahkan. Aku terlalu menikmati zona nyamanku, dan pada saatnya aku harus berpindah atau keluar dari zona nyaman, seketika aku akan cenderung untuk menolak atau enggan, ataupun jika aku memang sudah keluar dari zona nyaman itu, aku cenderung untuk menikmati kenyamanan yang aku miliki saat ini. Aku sesungguhnya memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan atau melakukan sesuatu, dan itu dapat dimulai dengan langkah tanpa biaya: merubah cara pandang. Aku merasa mampu, tapi belum ada kemauan yang teguh.

Perubahan dan memulai sesuatu yang baru adalah hal yang tidak bisa kuelakkan lagi. Jika aku memiliki kemampuan untuk beradaptasi, maka aku tidak begitu kesulitan membaca perubahan-perubahan yang sedang terjadi dan bagaimana menyikapi perubahan-perubahan itu dengan kreatif. Berani, kesediaan mengambil resiko gagal, terkadang aku selalu menunda-nunda akan apa yang akan aku kerjakan, malah hal itu lah yang membuat aku terkadang tidak berbuat apa-apa

Jika aku hidup hari ini ibaratkan sebuah buku, maka buku tersebut hanya berisikan tiga lembar. Hari kemarin, hari ini dan hari esok.
Betapa hebat hari kemarin itu telah berlalu. Tidak ada satupun yang dapat aku lakukan untuk mengubah sesuatu yang telah berlalu. Hari esok juga diluar jangkauanku. Jika aku ingin berhasil dalam hidup ini, aku harus menaruh perhatianku pada apa yang sedang terjadi hari ini, sekarang, Ungkapan yang menggambarkan hari ini, sekarang, adalah modal dan sesuatu yang sangat berharga.

Tidak ada apapun yang terjadi di luar hari ini atau sekarang. Tidak ada sesuatu yang terjadi di hari kemarin atau hari esok. Semua terjadi di hari ini, sekarang. Aku selalu memusatkan pikiran, tenaga, talenta pada hari ini. Badanku kadangkala berada pada hari ini, tetapi pikiranku mengambang kemana-mana. Jika aku hidup di hari kemarin atau esok, aku mengambil keputusan dan tindakan yang diwarnai ketakutan. Takut akan apa yang telah terjadi atau akan apa yang akan terjadi. Ku selalu melamun, melakukan sesuatu yang hanya di angan-angan saja. Ku selalu menunda-nunda, adalah kebiasaan yang dapat menghambatku melakukan sesuatu sekarang. Aku harus memanage semua pekerjaanku dan memberi peringkat mana yang harus kukerjakan lebih dahulu, lalu kupegang teguh jadwal itu sebaik-baiknya. Untuk melakukan sesuatu sekarang, aku juga harus mengejar tujuan, walaupun aku bosan, patah semangat atau perhatianku teralihkan, tetapi ku ingin maju terus.

Sering kali orang sibuk dengan impian, keinginan dan ambisinya karena saking terlenanya dan selalu berkata, “Akan masih ada waktu “nanti” jadi lebih baik ditunda saja dulu.” Sebenarnya tidak ada gunanya untuk menunda hingga nanti, besok atau lusa. Keputusannya memang ada di tanganku tapi waktu yang kupilih juga menentukan. Tentunya perubahan yang akan kulakukan. Akan kulakukan sekarang!

nb: sumber gak tau darimana….^^

Perihal ratihparamyta
Hmmm...people said that i've vicious/anger face but if u know me, i'm type of friendly person,lil bit crazy and sensitive person..that's me...I like everything about technology coz my educational background is in IT...hmm...actually i like listening music, watching movies, browsing internet, make some comment @friend's facebook status also wrote some unsignificant words, but for me it's quite interesting. Others i like to breath, laugh and smile...whatever u are, if u want to know me..just call me ratih...ok (^_')

One Response to Jika kita hidup hari ini ibaratkan sebuah buku, maka buku tersebut hanya berisikan tiga lembar. Hari kemarin, hari ini dan hari esok

  1. Reza mengatakan:

    kata” yang bijak…gw orang yang mungkin sibuk dengan impian,keinginan dan ambisi gw sendiri..
    saking terlenany mungkin gw selalu menunda” apa yang ingin gw kerjakan..mungkin itu yang menunda gw untuk berhasil..tp pas baca blog ini mungkin gw bakal brusaha buat merubah cara pandang gw…thx buat kata”ny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: