Review Buku-nya Dan Brown yang Judulnya ‘Digital Fortress’

Saya termasuk yang suka baca novelnya Dan Brown, meskipun belum semuanya terbaca but so far saya cukup paham dengan tipe Dan Brown dalam menuangkan ide ceritanya. Kali ini yang ingin saya review adalah buku Dan Berwn yang berjudul ‘Digital Fortress’. Masih merupakan buku yang bertema fiksi ilmiah, Dan Brown mencoba membawa pembaca masuk ke dalam dunia digital dengan banyak penjelasan mengenai teknologi khususnya di bidang pemograman computer. Dan Brown cukup apik mengemas banyak istilah yang mungkin bagi orang awam terkesan membuat pusing kepala, dengan alur cerita yang klimaks, orang awam pun akan dapat memahami maksud yang ingin disampaikan. Dalam Digital Fortress ini, pembaca akan tetap disuguhi sebuah cerita yang kompleks dan ending yang sulit untuk ditebak.

Digital Fortress berseting cerita di sebuah NSA (National Security Agency) milik pemerintah US. Sebuah lembaga yang sangat rahasia dan bernilai miliaran dolar bertugas menjaga keamanan Negara dari ancaman teror dan pemberontakan lainnya. NSA mempunyai sebuah mesin pemecah kode yang sangat canggih. Mesin ini membantu memecahkan sandi-sandi yang mungkin digunakan oleh para teroris atau pemberontak untuk berkomunikasi dalam menyusun rencana pemberontakan. Suatu saat, mesin ini bertemu sebuah kode yang tidak dapat dipecahkan karena skema kode yang terus berotasi membuat program dalam mesin tersebut menemukan kesulitan untuk mencapai akhir dari rotasi pembacaan kode. Karena kesulitan ini, wakil direktur NSA memanggil kepala bagian kriptografer untuk membantu mesin tersebut dalam menganalisa kode misterius tersebut. Kepala bagian kriptografer, Susan Fletcher, seorang ahli matematika yang cantik dan cerdas.
Ternyata kode yang telah membuat mesin paling mahal di NSA bahkan di dunia merupakan sebuah kode yang begitu kompleks, sehingga apabila beredar dapat melumpuhkan badan intelejen Amerika di seluruh dunia. Kode tersebut ternyata dibuat oleh seseorang bekas pegawai NSA bagian kriptografi yang dipecat karena ketidak sesuaian visinya dengan NSA. Orang ini bernama Ensei Tankado. Malangnya, sang pembuat kode tewas saat berada di Spanyol secara misterius.

Keadaan tersebut membuat bingung wakil direktur NSA, di satu sisi, dia ingin menyelamatkan NSA dari kehancuran dan di sisi lain, keingintahuannya mengenai kode tersebut, yang disebut Ensei dengan sebutan Benteng Digital, sangatlah besar. Hal ini membawa sang wakil direktur bertindak merencanakan sesuatu yang besar dan berbahaya. Dia melibatkan orang-orang penting agar rencananya berjalan dengan baik. Sang wakil direktur meminta bantuan orang sipil, seorang profesor ahli bahasa sebuah universitas yang tak lain dan tak bukan adalah kekasih Susan Fletcer. Sang professor ditugaskan untuk mengambil kunci kode digital yang saat ini tengah menyerang mesin paling no satu di NSA. Sayangnya, Ensei Tankado telah menyerahkan kunci kode benteng digital kepada seseorang sebelum ajal menjemputnya. Ia sadar betul bahwa dirinya diburu banyak orang untuk dibunuh. Hal ini membawa sang professor dalam kesulitan besar dalam mencari kunci kode tersebut. Ditambah lagi, ternyata nyawa professor terancamkarena ada seorang pembunuh bayaran yang setia mengintai gerak – gerik professor.

Disisi lain, keterlibatan Susan Flecther, sang kepala kriptografer ternyata memiliki tujuan khusus. Wakil direktur NSA yang terkenal suka melindungi Susan menaruh hati pada wanita pintar dan cantik tersebut. Masalah bertambah ketika salah seorang kriptografer berhasil mengetahui maksud dibalik semua rencana besar wakil direktur lewat penyadapan yang dilakukannya pada computer sang wakil direktur. Ternyata wakil direktur berambisi untuk memiliki kunci benteng digital dan berniat menjualnya pada salah satu perusahaan ternama di Jepang dengan harga yang mahal.

Bagaimanakah kodebenteng digital tersebut sanggup dipecahkan, apakah computer tercanggih di NSA akan hancur, akankah sang wakil direktur berhasil menjual kode benteng digital untuk kepentingan pribadi, ataukah Susan jatuh ke pelukan sang wakil direktur dan apakah professor yang juga kekasih Susan berhasil menemukan kunci benteng digital atau justru mati di tangan pembunuh bayaran ?? Pertanyaan – pertanyaan ini yang selalu dibawa pembaca hingga akhir cerita.

Cerita dalam novel ini dikemas apik dan mempunyai alur yang berkelok. Seakan mempunyai klimak dan antiklimak yang berulang, Dan Brown membuat pembaca larut dalam pertanyaan-pertanyaan. Tanda Tanya besar akan selalu muncul di benak para pembaca. Dan Brown tidak hanya berusaha membuat jalur cerita yang menegangkan tetapi juga sanggup membawa pembaca larut dalam dunia computer yang canggih. Pengungkapan beberapa informasi penting seperti layaknya novel Dan Brown yang lain, tak luput dari novel ini. Seakan menjadi kriptografer dan ahli computer canggih, pembaca yang awam sekalipun akan sanggup mencerna inti dari cerita yang Dan Brown suguhkan.

Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca, karena dari segi hiburan, buku yang sanggup menarik perhatian dan dari segi ilmu pengetahuan dapat memberikan banyak informasi yang berupa fakta. Hanya kisah tokoh-tokoh dalam novel ini yang saya rasa berupa fiksi.

Perihal ratihparamyta
Hmmm...people said that i've vicious/anger face but if u know me, i'm type of friendly person,lil bit crazy and sensitive person..that's me...I like everything about technology coz my educational background is in IT...hmm...actually i like listening music, watching movies, browsing internet, make some comment @friend's facebook status also wrote some unsignificant words, but for me it's quite interesting. Others i like to breath, laugh and smile...whatever u are, if u want to know me..just call me ratih...ok (^_')

3 Responses to Review Buku-nya Dan Brown yang Judulnya ‘Digital Fortress’

  1. wahyu am mengatakan:

    nice review😉

    ==========================================

    Blog Jelek sumpah, jangan diklik!

    • ratihparamyta mengatakan:

      makasiiih….*padahal panjang lebar gak jelas, menurutku ^^*…btw nice blog…i’m just visited u’re blog

  2. andi mengatakan:

    setuju.. kita (aku khususnya)percaya aja “dibohongi” oleh fiksi yang kita anggap layak sebagai fakta. Angel and Demon, Da Vinci Code…. Two thumbs up deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: