Berjemur

Seorang wanita bule menghabiskan hampir seluruh waktu liburannya dengan
berjemur di atap hotel tempat dia menginap. Ia mengenakan pakaian renangnya
pada hari pertama. Tapi pada hari ke dua, ia menyimpulkan bahwa tak ada
seorangpun yang melihatnya, maka iapun melepaskan seluruh pakaian
renangnya.
Ia baru saja akan mulai berjemur, ketika didengarnya seseorang berlari
menuju ke tempatnya berjemur.
Saat itu ia sedang menelungkup, maka ia hanya menutupi bagian belakang
tubuhnya saja dengan handuk.
“Maaf nona,” kata asisten manager hotel itu dengan terengah-engah karena
menaiki tangga. “Hotel ini tidak berkeberatan anda berjemur di atap, tetapi
kami lebih menghargai anda,
bila anda mengenakan pakaian renang anda seperti kemarin”. “Lho, kenapa ?”
tanya wanita itu, “Kan tidak ada yang bisa
melihat saya di atas sini, lagipula kan saya memakai handuk untuk menutupi
sebagian tubuh saya ?”.
“Bukan begitu,” kata sang asisten manager dengan malu-malu,
“Tapi anda tengkurap santai di atas atap ruang makan kami yang tembus
pandang, sehingga restoran kami ramai penonton yang hanya ingin melihat, tanpa memesan makanan.”

 

 

sumber : guyon yook mailing list

Iklan

Perihal ratihparamyta
No words can describe :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: